Sekitar seminggu lalu ketika ibadah, dan yang membagi Firman adalah Pak Monty (host Solusi)… Beliau sempat membagikan perbandingan seperti ini : “Disini siapa yang pernah takut atau takut dengan setan ?” Well, jawabannya gak ada yang angkat tangan. Trus beliau bertanya lagi : ”Disini siapa yang pernah takut atau takut dengan masa depannya ?” Well, jawabannya banyak yang tunjuk tangan.
Beliau menunjukkan bahwa setan menyuntikkan pikiran untuk menipu kita tidak dengan menakuti-nakuti seperti film horror. Tetapi secara halus setan menyuntikkan pikiran akan ketakutan yang sebenarnya itu menjadi penghalang kemajuan kita. Kalo secara biblical, tentu saja Tuhan menjanjikan yang terbaik bagi kita. Tapi setan menipu kita dengan tipuan pikiran tersebut.
Untuk pertanyaan yang kedua tadi, honestly jujur aja gw ikut tunjuk tangan 
Meskipun gw sering baca Firman bahwa masa depan terbaik yang Tuhan janjikan, tetap saja sebagai manusia siapa sih yang gak takut ? Mungkin tidak hanya gw aja, tetapi kebanyakan orang-orang memiliki ketakutan akan masa depan karena tidak bisa memenuhi harapan orang lain, kenyataan masa depan tidak sesuai dengan harapan/impian/ambisi, dsbnya.
Atau ada juga dengan orang-orang yang berpikir bahwa dari sananya dia itu tidak bisa apa-apa, jadi di masa depan nanti yah palingan dia begitu-begitu aja. Tidak berharap banyak, maka itu juga tidak bertindak banyak.
Tapi kebetulan untuk gw, alasan gw yang terutama adalah alasan terakhir. Hehe.
Sorry, gw adalah seseorang yang berkembang dengan sendirinya. Belajar dengan sendirinya. Tanpa pengawasan orang lain, so done many mistakes. (Puji Tuhan, tidak menjadi sampah masyarakat, huikzz)
Tapi perkembangan tingkat consciousness gw sendiri berkembang dengan baik akhir-akhir ini. Kalo dulu, no clue, no hope, no good values in my brain. Makanya gw mengucap syukur banget dengan keadaan gw sekarang. Jadi berpikir juga “Puji Tuhan, I experience many epiphanies (hehe).”
Lalu gw belajar bahwa kita gak perlu takut, tapi hanya perlu melangkah dengan iman. Dalam arti kata, just keep move on. Berkembang, bergerak, kemana saja. Kalo kata Nike, just do it. Tapi tentu saja dengan hikmat dunkz, gak main nabrak. Pada akhirnya, itulah pembelajaran hidup. Your brain will contain many good values dengan sendirinya.
It’s better (atau malah sangat lebih baik) daripada hanya diam dan tidak bertindak.
So I just can say, just go and sin no more… (Lho ?)
Hehe, I meant… Just go and grow…;-)