Beberapa hal yang gw dapatkan setelah berguru dengan kehidupan itu sendiri (ceileee! :-D). Tidak hanya berbicara tentang hal – hal yang rohani saja, tetapi beberapa hal yang gw pelajari yang kita sebagai manusia untuk membangun manusia itu sendiri. Ini dia yang gw dapatkan setelah menjalani hidup ini (hahaha, sok tua gw) :
Jangan takut dengan perubahan, bahkan ternyata dalam hidup ini tidak ada yang perlu ditakuti. Tetapi takutlah saja akan Tuhan, karena kita berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan, dan jadikan Pribadi yang kita takutkan dan kita hormati yaitu Tuhan sebagai Sahabat kita. So jika Tuhan di pihak kita, siapa lawan kita ?
Ketika kita bertemu dengan perubahan itu, jalani saja perubahan tersebut apa adanya dan lakukan yang terbaik di dalamnya. One of good example from Bible : Bapa Abraham.
Orang – orang yang ambisius suka lupa bahwa sebelum menaklukkan dunia ‘yang ingin ditaklukkannya’, ia harus menaklukkan dirinya sendiri dulu. Ia tidak bisa mengatasi konflik eksternal dari dirinya, jika konflik internal dari dirinya saja belum bisa ia atasi. Sesuai pengalaman gw baru-baru ini, orang harus bisa menang atas emosi dirinya sendiri dahulu (yah, ketahuan dehhh :-D)
Enggak enggak enggak, gw bukan seorang Kristen yang percaya dengan Teologi Kemakmuran (Prosperity Gospel) hehehe. No, I’m not! Tapi terkadang banyak orang yang membatasi pemikirannya (bahkan imannya) dengan berasumsi bahwa dunia ini memiliki limitation, yaitu keterbatasan. Bahwa kesempatan, peluang, kebahagiaan, dan juga kekayaan hanya dimiliki oleh orang – orang tertentu saja. Entah karena dasarnya kaya atau nasib. Dan ia bukan termasuk dari orang – orang yang memiliki hal – hal tersebut. Dengan pemikirannya sendiri yang sudah ia batasi alias diberi limit, dari pemikirannya sendiri itu mengakibatkan ia menjadi seseorang yang hidup di dalam mediokritas. Bagaimana jika ia berpikir bahwa dunia ini penuh dengan kelimpahan ? Pasti ia menjadi seseorang yang working hard untuk menuai/mengeruk yang ia butuhkan dan inginkan dari dunia yang penuh kelimpahan ini.
Hidup ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. No one can live alone. Even Tarzan needs monkey to talk to hehehe. Live is about take & give. Beberapa orang menjadi takut untuk memberi karena berpikir tidak ada reward yang akan ia dapatkan dari memberi (tanpa mendapatkan imbalan), dan dimulai dari pemikirannya yang terbatas bahwa uangnya akan habis. Padahal seperti pelajaran hidup sebelumnya, jikalau kita berpikir bahwa dunia ini penuh kelimpahan, maka orang tersebut tidak akan takut untuk memberi. Kenapa ? Tidak punya uang untuk memberi ? So just smile ! You’ve already giving the best of you for others. Wajah yang gembira menyukakan hati yang melihat, maka kita juga sudah mencerahkan hari orang lain. Lagian kalo kita senyum, siapa juga yang tahu kalo kantong kita lagi kempes ? Hehehe…
Antara uang dan waktu, ternyata yang paling mahal adalah waktu. Dan hal ini rasanya cocok sekali juga untuk ditanamkan pada anak – anak sekolahan dan kuliahan. Di jaman yang serba instant sekarang ini, godaan untuk tidak menghargai waktu banyak banget. Dari kebiasaan tidak menghargakan waktu, juga dikarenakan belum bisa memilah prioritas di dalam hidup. Seharusnya hal ini sudah disadari semenjak kecil dan diberi bekal oleh orang sekitar yang lebih dewasa.
Sesuai pengalaman gw dalam pelajaran hidup gw, gw menemukan orang – orang yang lebih dewasa dari gw… Ada yang terlihat patah semangat dengan kehidupannya, alasan kebanyakan sih karena : Menyia-nyiakan waktu di masa mudanya. Menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang pernah ia dapatkan. Ada yang membangun kembali semangat yang patah dan ada juga yang pasrah hehe. Lalu ada juga orang-orang dewasa terlihat puas dengan kehidupannya, alasan kebanyakan : ia telah merencanakan masa tuanya dan ia tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang pernah datang kepadanya.
Huekss, I wanna be like the last one
Seperti yang gw bilang sebelumnya, gak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Seorang anak so pasti memerlukan orang dewasa untuk mendidik dia dan membekali dia dengan hal – hal yang diperlukan, terutama knowledge and wisdom untuk hidup. Dari pengalaman gw sebagai anak yang (dahulunya) rebellious dan tidak suka dengan otoritas, gw sebenarnya sedang menentang didikan (baca Kitab Amsal, red). Puji Tuhan, sudah bertobat hehehe. Tapi kenapa gw bisa menjadi seseorang rebellious dan tidak suka dengan otoritas, mungkin dikarenakan gw belum menemukan orang-orang yang Practice what You Preach dan juga membangun komunikasi mentoring yang bagus dengan gw. Maksudnya, niatnya sih baik tapi caranya salah hehehe. Kesalahan umum dari orang dewasa adalah menggurui, bukan mendidik. Atau langsung menyerah ketika seorang anak tidak mau diajari, jadi stop mentoring.
Hmm, hal ini tidak cenderung ke parenting… tetapi bagaimana generasi selanjutnya melihat contoh dari yang sebelumnya. Dan akan lebih kena di hati seseorang muda ketika ia melihat yang menjadi contoh melakukan apa yang dikatakan.
(Hehe, mungkin ini adalah sisiku yang lain sebagai Sunday School Teacher :-D)
Mungkin seperti pengalaman gw sebagai seorang anak yang kehilangan ‘role model’ dari almarhum kedua orang tua, gw sempet ‘salah pilih’ role model ato bahkan sebenarnya tidak memiliki role model sama sekali. Tetapi gw mengucap syukur bahwa dari semasa muda gw, gw telah diperkenalkan kepada Tuhan Yesus. Wow, He’s The Best Mentor Ever !
He set His life as a great example for us, just follow Him and you’ll be in The Way, The Truth, and The Life.
Tapi tentu saja, gw juga ‘dibentuk’ atau dimentorkan oleh sesama gw juga… Gw kan belum balik ke Rumah Bapa
I know many mentors yang mau ‘bersabar’ dengan diriku, and I thank them because of it. Mungkin mereka tidak tau kalo mereka telah menjadi mentor buat gw, tapi one day they’ll know
Yupzz, untuk saat ini itulah beberapa hal yang gw pelajari dalam kehidupan gw. Hidup juga adalah kelas dari pembelajaran kita. Life is very interesting practicum class!
Gw sadar masih banyak yang masih perlu, bisa, dan harus dipelajari. Kan umur juga belum seperempat abad hehe. Tapi biar blog ini men-track hasil pembelajaran hidup gw hehe. Men-track dari seseorang rebellious teenage, yang awal blognya berisi postingan gak penting (haha), en menjadi…………………………
(Who knows?)