TIGblogs TIG | TIGblogs GROUP TIGBLOGS LOGIN SIGNUP
Tammy Tiffany Geneberty Sembiring M's Blog
Tammy Tiffany Geneberty Sembiring M's Blog
« previous 5


Blog Action Day

 

 

Tanggal 15 Oktober nanti diharapkan blogosphere akan satu suara.

Untuk 15 Oktober nanti blogosphere akan berbicara mengenai lingkungan / environment.

Just visit the site and commit untuk berpartisipasi. En tentu aja invite other bloggers ;-)


August 30, 2007 | 7:08 AM Comments  0 comments



101 Goals dalam 1001 Hari

Di blog ini gw bikin Page baru tentang 101 Goals yang harus gw accomplish dalam 1001 hari ke depan.

Yupz, ikut blog Meme ini.

Just check my 101 Goals.


August 30, 2007 | 6:08 AM Comments  0 comments



The Pursuit of Happyness

 No, gw gak bakal minta maaf untuk kesalahan penulisan. Karena emang benar judul film yang dibintangi Will Smith ini berjudul The Pursuit of Happyness, bukan Happiness.

Film ini adalah film yang berdasarkan dari seorang pria yang bernama Chris Gardner. Bukan seseorang legendaris yang telah meninggal (masih hidup lho) dan memberi banyak pengaruh bagi banyak orang (I think, take a conclusion dari filmnya doang), tapi seorang pria, suami, ayah, dan pekerja yang memiliki pertanyaan akan hidup tentang kebahagiaan. Gw rasa ini pertanyaan setiap orang tentang jalan hidup masing – masing kita.

Kisah cerita berawal dari kehidupan Chris Gardner bersetting awal tahun 1980 – an, dimana ketika menikah ia memiliki bisnis salesman perangkat kesehatan. Dimana pada masa itu alat itu hanya Chris yang memiliki lisensi penjualan untuk di daerah San Fransisco. Ia menghabiskan keuangan keluarga untuk membeli lisensi tersebut. Ternyata ada satu hal yang dia tidak sadari, dokter – dokter atau ahli kesehatan di daerah San Fransisco menganggap alat itu adalah alat kesehatan yang terlalu mahal (mewah) dan tidak diperlukan.

Alat kesehatan yang menumpuk di rumahnya itu menjadi perjuangan Chris agar dapur ‘tetap mengebul’. Banyak hal yang Chris perjuangkan, terutama ketika ia ingin ‘pindah haluan’ menjadi pialang saham. Yang menyedihkan tentu saja ketika memberi – tahukan tentang keinginannya kepada orang terdekat dan orang terdekat justru tidak mendukung tetapi malah melecehkan. Itulah yang Chris alami ketika ia memberitahukan niatnya itu kepada istrinya.

Kita juga bisa melihat tekad Chris untuk menjadi ayah yang baik bagi anaknya meskipun istrinya telah meninggalkannya dan Chris harus membagi waktunya untuk bekerja dan mendidik serta merawat anaknya. Dibalik kesibukan dan kesukaran – kesukaran yang harus Chris hadapi, ia tetap berusaha agar anaknya selalu mengenal kasih sayang dari ayahnya dan menanamkan good values kepada anaknya.

Film ini juga berkisah bagaimana kesukaran Chris untuk menjalani program internship alias magang yang dia ikuti di sebuah firma investasi. Untuk masuk mendapatkan program magang tersebut itu saja Chris mengalami banyak perjuangan dan terutama lagi ketika menjalani 6 bulan program tersebut. Masalah yang dihadapi seperti family matters yaitu istri yang meninggalkan Chris, pembayaran tempat tinggal, yang sebelumnya menyewa rumah, lalu tinggal di motel (CMIIW), hingga akhirnya ke penampungan gereja. Pernah ketika Chris tidak dapat tempat di penampungan gereja karena sudah penuh, Chris dan anaknya berakhir tidur di WC stasiun kereta pada malam hari.

Yang membuat gw suka dengan film ini terutama karena film ini berdasarkan kisah nyata juga karena film sangat bertemakan kehidupan sehari – hari orang pada umumnya. Kita bisa belajar banyak dari film ini. Tentang being a parents dan bagaimana kita tetap memberi influence yang baik bagi anak di tengah kesibukan dan masalah keluarga yang ada. Tentang tekad untuk memperoleh yang kita inginkan. Tentang bagaimana effort berapapun yang telah kita kerahkan tho itu semua gak akan sia – sia. Tentang keberanian untuk berjalan di dalam proses mendapatkan yang kita inginkan itu. Pokoknya bagus banget deh buat ditonton.

Dari film ini kita juga bisa lihat ketika Chris diterima melewati program magang, perjuangannya selama 6 bulan tidak sia – sia justru itu menjadi batu loncatan buat Chris membangun firma sendiri.

BTW, buat yang udah nonton, sadar atau gak sebenarnya Chris Gardner yang asli juga jadi cameo di film ini, alias numpang lewat. Kita bisa liat Chris Gardner yang asli benar – benar numpang lewat di akhir film. Hehe, simple scene tapi lucu aja ngeliat adegan Will Smith pas papasan dengan Chris Gardner yang asli en Will noleh balik seakan – akan kenal dengan yang baru lewat.

Terakhir, sebenarnya film ini didasari oleh buku yang berjudul sama. Tapi kayaknya di Indonesia belum ada ya, ato mungkin karena gw belum berkeliaran di toko buku hehe. Tapi dengan melihat film ini, jadi kepengen baca bukunya. Apalagi katanya lebih lengkap en lebih detail buku daripada filmnya.

Akhir kata (halah), just watch the movie… !


August 30, 2007 | 5:08 AM Comments  0 comments

Tags:


Peran Sosial Intelektual Kristen

Merdeka… !

:D *Just wanna scream it loud…*

Untuk postingan yang ini, benar – benar copy paste (hehe). Dapat dari milis, sekarang didistribusikan ke blogosphere… (hehe, I’m a content distributor :-P) Ada beberapa kalimat yang gw bold karena menurut gw itu poin penting yang encouraging banget.

PERAN SOSIAL INTELEKTUAL KRISTEN
oleh :
Pdt. Drs. Yonky Karman, M.Th., Ph.D.

Seorang menjadi intelektual bukan karena gelar akedemik yang disandangnya. Soedjatmoko tidak lulus perguruan tinggi; Arief Budiman tidak menyandang gelar S-3. Menurut Edward Shils, kegiatan intelektual timbul karena “the concern with the ultimate or at least with what lies beyond the immediate concrete experience” (Encyclopedia of the Social Sciences, “Intellectuals, ” 399-415).

Kartini hanya lulusan sekolah rakyat (setingkat SD), namun kadar intelektualitasnya tidak diragukan. Ia berani menggugat kedudukan perempuan Jawa yang lemah dalam masyarakat (dalam surat kepada Ny. van Kol, Agustus 1901). Ia yakin bahwa lembaga pernikahan didirikan oleh Tuhan dan menikah adalah sebuah jalan hidup, namun baginya menikah adalah pilihan pribadi yang harus dilakukan dengan bebas tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Lebih jauh lagi, Mohammad Hatta dapat mengatakan, seorang intelektual memiliki tanggung jawab intelektual dan moral (dalam pidato pada hari Alumni I Universitas Indonesia, 11 Juni 1957). Mereka tidak hanya dianggap golongan yang mengetahui, namun lebih dari itu, karena menyangkut keselamatan masyarakat, seorang intelektual diharapkan mampu berpikir secara mendalam dan memberi arah ke mana seharusnya masyarakat bergerak.

Jati Diri
Seorang intelektual Kristen seharusnya memiliki jati diri ganda: warga dunia sekaligus warga surga. Dua jati diri itu tidak dikotomis, melainkan saling mengisi. Dalam perspektif iman Kristen yang holistik, mencintai Tuhan menjadi nyata dalam mencintai sesama dan dalam tingkat berbangsa adalah mencintai negeri. Pertanyaannya, bagaimana seorang intelektual Kristen mewujudkan cinta akan negeri?

Negeri kita sedang membangun dan mengisi kemerdekaan. Seyogianya intelektual Kristen berperan dalam menentukan sifat dan arah pembangunan demi tanggung jawab atas masa depan bangsa, meminjam bahasa TB Simatupang, menjadi ragi dalam semua bidang, khususnya bidang-bidang yang besar pengaruhnya atas sifat dan arah pembangunan (Iman Kristen dan Pancasila, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1984, hlm 98).

Intelektual Kristen ditantang untuk memberi kontribusi kepada membangun etos kerja dan pembangunan, mengikis struktur-struktur yang korup, memerangi struktur-struktur kemiskinan, mengurai proses pembodohan dan mencerdaskan bangsa, membuka jalan kepada dialog peradaban berhadapan dengan globalisasi dan hegemoni modernitas. Pendeknya, iman Kristen diharapkan menjembatani kesenjangan antara agama dan masyarakat.

Karena itu, intelektual Kristen tidak boleh terjebak dalam polemik antara ortodoksi dan pemahaman teks yang hitam putih. Persoalannya, bagaimana berdiri dalam tradisi iman tanpa menjadi tradisionalis. Menjadi modern tanpa terjebak dalam benteng tradisi atau propaganda simbol-simbol agama. Agama bukan barang suci yang jatuh dari langit dan sesuatu yang sudah jadi, tetapi harus diterjemahkan ke dalam pergulatan konkret manusia.

Bila orang dapat jatuh ke dalam konservatisme dan fanatisme yang membutakan akal sehat, kaum intelektual seharusnya mengedepankan kebenaran berdasarkan akal sehat dan visi kemanusiaan. Ketika akal budi dipakai secara kreatif, agamawan tidak akan terlibat dalam gerakan purifikasi dan tidak berpretensi untuk membela Tuhan berdasarkan pemahaman teks yang simplistik. Ada contoh yang bagus dari KH Agus Salim (1884-1954) dan Ahmad Wahib (1942-1973).

KH Agus Salim adalah seorang tokoh pergerakan nasional sekaligus tokoh Sarekat Islam. Namun, ia dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan berwawasan. Energi religiusitasnya disalurkan ke dalam berbagai kegiatan sosial yang menyejahterakan umat, seperti mengembangkan ekonomi umat untuk keluar dari kemiskinan, memajukan pendidikan menuju kesetaraan dengan penjajah, dan membangkitkan kesadaran nasionalisme untuk lepas dari penjajahan. Ia ingin melihat bangsa Indonesia menjadi tuan di Tanah Air sendiri.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Ahmad Wahib tertarik dengan masalah-masalah pembaruan pemahaman Islam dalam konteks perubahan sosial yang sedang terjadi di Indonesia. Baik KH Agus Salim maupun Ahmad Wahib memasyarakatkan gagasan-gagasan segar yang berakar dalam tradisi agama. Mereka menjadi jembatan antara ortodoksi dan masa kini, memberikan pencerahan dan menunjukkan arah baru kepada umat.

Intelektual agama seyogianya bergumul dengan problem sublimasi kekerasan dalam agama, melakukan reinterpretasi atas teks-teks kitab suci yang membenarkan kekerasan, menerobos kebekuan dan rigiditas tafsir. Dengan demikian, ide-ide pembaruan tetap bersumber dari khazanah kekayaan agama dan bukan asal baru. Kebaruan merupakan dinamika dari dalam agama. Pembaruan dalam pemahaman agama, cara berpikir, atau penyempurnaan metode pendekatan terhadap teks, diletakkan dalam koridor kemungkinan- kemungkinan yang diberikan oleh agama.

Indonesia Modern
Dalam sejarah Indonesian modern, peran intelektual Kristen tak dapat diabaikan meski tidak mencolok. Yap Tjwan Bing adalah anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, sebuah panitia yang menetapkan presiden dan wakil presiden Indonesia yang pertama. Panitia itu juga mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi Indonesia merdeka. Masih ada lagi beberapa nama seperti Maramis, Leimena, Simatupang, dan seterusnya.

Para intelektual Kristen itu memiliki aspirasi politik yang tidak sektarian, melainkan mengedepankan kepentingan bangsa. Mereka merasa dan memandang diri sebagai orang Indonesia. Keterlibatan mereka dalam politik bersumber dari perasaan nasionalisme mereka. Mereka melayani Tuhan lewat aktivitas politik mereka. Itu sebabnya tidak ada sedikit pun kecurigaan di antara komunitas umat yang lain.

Para intelektual Kristen itu dapat diterima karena perjuangan mereka adalah demi seluruh bangsa. Pak Sim, misalnya, sering berkata bahwa ia berutang kepada Tuhan dan utang itu tidak dapat dibayar lunas kecuali Tuhan dalam kemurahan-Nya menganggap sudah lunas. Karena itu, beliau selalu berpikir untuk membayar utangnya lewat melayani orang lain, “Aku berutang kepada negara, bangsa, dan masyarakat.”

Kehadiran intelektual Kristen di Indonesia, mendesak. Pertama, sudah sewajarnya intelektual Kristen menjadi bagian dari barisan penegak demokrasi dalam masyarakat yang majemuk bersama dengan komunitas umat lain yang juga memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan pluralisme. Kedua, berangkat dari keyakinan bahwa imannya adalah hidup, intelektual Kristen ditantang untuk menerjemahkan iman itu dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Bila isu nasionalisme tidak relevan bagi orang Kristen di Jerman karena trauma dengan penyelewengan nasionalisme semasa rezim Nazi (Hitler), tidak demikian dengan orang Kristen di Indonesia. Mereka harus mengusung kepentingan bangsa, sebab kesejahteraan bangsa adalah juga kesejahteraan umat (bdk. Yer. 29:7). Intelektual Kristen seyogianya berperan dalam mengupayakan kesejahteraan bangsa.


August 17, 2007 | 4:08 AM Comments  0 comments

Tags:


Bagaimana mendownload musik / video dari internet ?

Kalo lagi me – review musik / band, suka dapat pertanyaan dari visitor ‘Bagaimana cara – cara untuk mendownload musik / video dari internet ?’Seperti di sini, en di sini.

Kalo gw sendiri sering menggunakan 3 jalur untuk mendapatkannya : WWW, Limewire, en iTunes. Paling sering sih dari 2 hal pertama, soalnya kalo iTunes pernah coba download malah lemot banget hehe.

# WWW

WWW maksud gw dari World Wide Web dimana file musik / video tersebut bisa didapatkan alamatnya dari halaman internet yang bisa diakses melalui browser (seperti Internet Explorer, Mozilla, Opera)

Tapi ada 2 kendala umumnya untuk mendownload dari WWW. Pertama, kita udah cari – cari pake Ki Google tapi tetep aja gak ketemu file – file musik ato video yang bisa didownload. Kedua, andaikan udah dapat file… Kok downloadnya lamaaaa banget yakh ?

Untuk jawaban pertama, andaikan ternyata kita mencari melalui Ki Google tapi ternyata file yang dicari, mungkin mantera (alias keyword) yang kita gunakan kurang mantep. Karena itu diperlukan mantera yang lebih mantep lagi… Misalkan kita mencari file lagu Sonicflood dengan bantuan Ki Google, en mantera yang kita gunakan hanya “Sonicflood” maka hasil mantera yang ada hanya halaman – halaman internet yang berisi artikel / informasi dari Sonicflood. En timbul kegelisahan dalam hati, “Mana lagu yang bisa gw download yaaaaa… ??? Hikzzzz” Yah, memang mengecewakan :-D Tapi itulah dia tadi, kita perlu mengganti mantera yang ada dengan ini :

?intitle:index.of? mp3 “sonicflood”

Ini adalah mantera penyusup yang membawa kita ke rumah orang.

Bukan rumah beneran tentunya, tetapi rumah maya di internet.

Dengan mantera (alias keyword) di atas, akan menghasilkan pencarian yang berupa indeks dari sebuah halaman internet. Halaman indeks yang dimaksud adalah halaman yang menunjukkan file – file apa saja yang terdapat di dalam suatu halaman website.

Apabila hasil pencarian masih kurang mantep dengan keyword yang di atas, kita bisa mengganti “mp3” dengan “wma” atau misalkan video dengan “wmv” atau “asf” dan lain – lain. Terserah apa yang anda cari.

Maka itu simpanlah mantra ini di hati anda… Apabila susah mengingatnya, anda bisa menyimpannya cukup di dalam file notepad (Plain Text) yang bisa anda simpan di flash disk anda dan selalu anda bisa bawa kemana – mana.

Untuk jawaban kedua, apabila kita sudah mendapatkan alamat link file video atau lagu yang bisa kita download tetapi ternyata masih lamaaaa juga tibanya file tersebut di hard disk tercinta… Itu dikarenakan browser yang kita gunakan (mungkin) kurang ampuh untuk ‘menarik’ file tersebut. Maka diperlukan ‘penyedot’(atau program download manager) untuk mendownload file tersebut. Banyak pilihan yang bisa digunakan seperti Download Accelerator Plus (alias DAP), Internet Download Manager, atau FlashGet.

Program – program tersebut adalah program freeware yang bisa diperoleh secara gratis… (senangnyaaa…… :-D )

Tetapi daripada anda mendownload software tersebut dari websitenya, anda bisa mendapatkannya di majalah-majalah computer yang selalu memberikan cd software gratis. Lebih cepat, lebih mudah, en dapat satu paket ilmu baru dari majalah yang dibeli.

# Limewire

Limewire adalah program File Sharing yang bisa didapatkan secara gratis juga karena ini adalah program freeware. Cara mendapatkannya pun sama seperti saran saya dengan cara mendapatkan software Download Manager yang gratis yaitu melalui majalah-majalah computer yang memberikan cd software gratis.

BTW, hati – hati untuk mendownload video CCM di Limewire. Ngeselinnnnn…. Udah kita tungguin en bela – belain untuk download, eh, setelah dimainken ternyata itu video porno… (capeee dehhhh) Jadi saran gw, daripada berharap – harap senang dapet video CCM yang jarang kita dapetin di Indo ini, daripada ngabisin bandwith yang bisa dipake buat yang lain, daripada buang waktu, en daripada nambah dosa !(hehe) Mendingan gak usah search en download file video CCM di Limewire.

Tapi gw sendiri udah jarang download pake Limewire, gak tau kenapa setiap install nih program di warnet langganan selalu gak bisa. Have no idea why…

# iTunes

Online store dari Apple ini juga ngasih file – file gratisan, tetapi sih kalo di iTunes ini yang lebih sering gratis gw temuin file mp3 sermons dari luar sono. Pernah coba search en download mp3 sermon – nya Ravi Zacharias tapi ternyata lama juga, jadinya gak jadi en cukup sekali. Tapi kalo koneksi anda cepat, yah kenapa tidak download dari iTunes saja :-).

Nah itulah cara – cara gw mendapatkan musik atau video dari dunia maya ini, udah daily activity nih kalo lg nge - net. Mudah – mudahan berguna.

 


August 11, 2007 | 3:08 AM Comments  1 comments

Tags:


« previous 5


Tammy's Profile


Latest Posts
The Prodigal Daughter
Just A Kid
Reading On…
So I’m Back
h.i.a.t.u.s

Monthly Archive
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
May 2008
July 2008
August 2008

Change Language


Tags Archive
bookz christian christianity christmas concert cyberworld dailylife ecard event flash freedownload gospel humour&gamez indonesia indonesiachristianartist ithinkyanggakpenting jesuschrist konser kristen life lifesquestion miscellaneous motivasi movie music mydayz myjourneywithjc planetshakers trueworshippers yesuskristus


9192 views
Important Disclaimer